Lirik Lagu Sinopsis Film hjjj
Blackberry LG Mobile Nokia Samsung Sony Ericsson
Klasemen L.Italia Klasemen L.Inggris Jadwal Liga Italia Jadwal Liga Inggris Hasil Liga Champions
Resto Enak di Jakarta Resto Romantis di Jkt Hokben Delivery Bakmi GM Delivery PHD - Pizza Hut
SMS Ultah SMS Malam Minggu SMS Cinta SMS Putus Cinta SMS Imlek Kata-Kata Mutiara Cinta
Tip Facebook Daftar Twitter Tip Ponsel Tip Blog Tip UAN Tip Download

Lion Air Tergelincir - Foto dan Video Lion Air Tergelincir

Advertisement

Lion Air Tergelincir - Blogger Mania kali ini akan memposting artikel dan video Penyebab Lion Air Tergelincir di Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat pada, Selasa (2/11/2010) pada pukul 11.25 WIB.

Pesawat Lion Air B 737-400 nomor penerbangan JT 712 dari Jakarta dengan tujuan Pontianak tergelincir dan berhenti di luar ujung landasan Bandar Udara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (2/11) siang. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut, tetapi seluruh penerbangan dari Supadio dan sebaliknya dibatalkan hingga selesainya investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi.

Foto Lion Air Tergelincir

"Pramugari mengatakan jangan panik, namun suaranya tidak keras dan tidak menggunakan mikrofon. Akhirnya saya berteriak agar jangan panik" kata Tommy Monoarfa, penumpang Lion Air
Video Lion Air Tergelincir


Berita; Lion Air Tergelincir, Sempat Memotret ( Kompas )

Empat karyawan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) unit Pusat Pengkajian Kebijakan Difusi Teknologi berangkat dari Jakarta, Selasa (2/11/2010), dengan tujuan Kabupaten Sambas, Kalbar. Mereka hendak mengikuti kegiatan yang diadakan Bappeda Kalbar di daerah tersebut.

Mereka adalah Tommy Monoarfa (52), Wisman Indra Angkasa (47), Tatang Dimyati (54), dan Nelson Simanungkalit (63). Mereka menumpang pesawat Lion Air JT 712, berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 10.00 WIB.

Mereka duduk sejajar pada kursi nomor 29 dari A hingga D. Posisinya di ujung ekor pesawat. Wisma duduk di kuris A, Tommy di kursi B, Tatang di kursi C, dan Nelson di kursi D.

Tommy dan ketiga rekannya yang ditemui Tribun Pontianak di lobi Hotel Star, Jl Gajah Mada Pontianak, Selasa malam, menuturkan, saat berada di Bandara Soekarno Hatta, cuaca cerah.

Sekitar setengah jam perjalanan menuju Pontianak, kru pesawat mengumukan agar penumpang memasang sabuk pengaman karena cuaca buruk. Setelah beberapa menit, lampu tanda penggunaan sabuk pengaman padam.

"Saat akan mendarat, seperti biasa, kembali diumumkan agar penumpang memasang sabuk pengaman," ungkap Tommy.

Tommy mengatakan, saat diumumkan akan mendarat, dirinya melihat dari jendela Kota Pontianak sudah tampak dan kondisi cuaca dirasakan biasa saja.

"Saya melihat uap air pada ujung sayap pesawat, itu hal yang biasa ketika akan mendarat," ujarnya.

Nah, ketika landing, pesawat mengalami hentakan keras dan pesawat dirasakan berjalan zig-zag, ke kiri dan ke kanan, serta laju pesawat dirasakan sangat cepat.

"Saya rasakan pesawat saat mendarat berjalan sangat cepat, tidak seperti biasanya. Saat mendarat posisi pesawat masih berjalan, terdengar ledakan, namun kami tidak mengetahui ledakan apa itu," ungkap Tommy.

Nelson menambahkan, usai hentakan keras, penumpang masih berada di tempat duduknya. "Pramugari mengatakan jangan panik, namun suaranya tidak keras dan tidak menggunakan mikrofon. Akhirnya saya berteriak agar jangan panik," ungkapnya.

Penumpang tetap panik dan ada yang berteriak-teriak. Wisma juga sempat mengucap takbir. Ia lalu mencoba turun melalui pintu darurat di bagian sayap, dan berhasil. Sebagian penumpang lalu berdiri di atas sayap sambil menunggu bantuan untuk turun.

"Saya mau ambil barang di ruang bagasi, akhirnya tidak jadi. Ada juga beberapa orang yang berhasil mengambil barang- barangnya, ada yang memilih menyelamatkan dirinya dulu, takut ada kebakaran," timpal Tatang.

Tatang mengucap syukur karena tidak ada korban. Semua penumpang selamat, tidak ada yang terluka. Ada seorang ibu hamil yang berhasil selamat tanpa cedera, meski ia sempat terdorong oleh penumpang lain.

Tommy dan Tatang yang turun lebih dahulu dari pesawat melalui pintu darurat, sempat mengabadikan gambar dengan kamera serta merekam kejadian melalui kamera yang dibawanya dari jarak dekat. Ia melakukannya smabil berjalan menjauh, karena tetap khawatir sewaktu-waktu bisa terjadi ledakan.

Menurut Nelson yang cukup mengejutkan dan salud dimana anggota TNI dari lanud sudah ada untuk mengevakuasi. "Cukup mengejutkan anggota TNI Lanud dari semak sudah ada dan kayaknya sudah siap dan salud buat anggota TNI yang ada," ungkap Nelson.

Tommy menyatakan sedikit kecewa karena sejuah ini tidak ada permohonan maaf dari maskapai penerbangan. Maskapai juga tidak terlihat berusaha untuk mengumpulkan penumpang, melainkan dibiarkan bubar begitu saja.

Tommy dan kawan-kawan mengungkapkan agak sedikit syok dan trauma, namun saat berada di hotel sudah merasa tenang.

"Hotel memang sudah di-booking sejak di Jakarta. Kami berencana kembali pada Jumat mendatang. Kami juga sudah pesan tiket untuk penerbangan yang sama," ungkap Wisman.

Mereka menyatakan tidak sampai takur terbang, namun akan meningkatkan kewaspadaan. "Mau apalagi, kita wajib berdoa saja. Kita sempat trauma, namun sekarang sudah agak lega," ujar Tatang

>

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright Blogger Mania © 2010 - All right reserved - Using Blueceria Blogspot Theme
Best viewed with Mozilla, IE, Google Chrome and Opera.
My Zimbio